Aku telah kembali ke indonesia. Bulan desember lalu, tanggal 11 malam tepatnya. Aku menginjakkan kakiku lagi ke tanah air. Aku telah meniggalkan negara yang indah itu, lalu mejalani aktivitasku yang penuh suka duka di sini. Dan aku juga teklah meninggalkan masa-masa indah yang entah kan terulang lagi apa tidak.
Aku sangat berharap suatu hari aku bisa mengulangnya. Terlebih saat aku merasakan betapa sakitnya, aku berpisah dengan kekasihku. Cinta yang belum lama terjalin harus berakhir dengan kembali ke negara masing2. Satu keyakinan adalah cinta kami suci, kami terpisah bukan karena hubungan kami yang hancur, tapi karena jarak yang memisahkan. Akankah satu kayakinan dari diriku, bahwa suatu hari aku pasti bisa bertamu lagi dengannya akan terwujud. Aku behar2 merindukannya, merindukan saat bahagia yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Sungguh aku merasakan perubahan gaya hidup dalam diriku. MEski belum sepenuhnya tapi aku kan berusaha menjadi seperti apa yang dia inginkan.
Kembali ke kehidupanku. AKu kembali kepada kehidupan sebelumnya yang ternyata sama sekali tak berubah, Semua masih seperti dulu. Aku bahkan tak mampu menceritakannya. Aku sudah tak sanggup lagi. KArena dalam pikiranku adalah ingin segera mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari hasil aku belajar di korea. JUga menemukan kebahagian sebagaimana aku mendapatkan kebahagiaan bersama korea dan juga emad. BAhkan berharap bisa mewujudkan impianku bertemu dengan korea untuk kedua kalinya juga bertemu emad. Bukan sekedar via internet atau chating. Aku ingin. YAch, aku ingin.
Dan mungkin cukup sampai disini, tidak ada cerita yang seru yang harus ku tuliskan. AKu lelah, aku benar2 lelah.
Akhirnya exam telah berakhir. Saat2 mendebarkan yang di tunggu telah berlalu. Ya...kalau menurut gue sih cukup mendebarkan juga. Karena yang ngawasin kita bukan guru kita sendiri mereka datang dari seoul. Fiuh..........
Session pertama adalah "cut" Gradation cut. Sempat terjadi kecelakaan kecil yang bikin jariku terluka (pangkal jariku kegunting) dan bikin acara cutku jadi terganggu. Karena saat cut berlangsung, darah terus mengalir mengikuti arah-arah garis tanganku. Dan yang jelas..perihnya minta ampun bo'! So, ya gue bisa nyelesain cut tepat waktu (35 menit) tapi perasaanku mengatakan, ada sedikit kesalahan yang bikin cutku kurang tepat. Tapi ga papa, yang penting nilai lebih yang gue dapat adalah aku bisa nyelesaian tepat waktu. Karena itu penting. Selesai ga selesai semua siswa harus mundur dan berdiri di belakang saat timer bunyi. Dan inilah saat yang mendebarkan yang mana, ini adalah saat di mana pengawas memberikan penilaian pada hasil kerja kita. Begitu pengawas bilang "selesai" Kita harus segera kembalai di bangku kita masing2 dan mempersiapkan "Rool" dengan Pin Curl.
Setelah semua siap, timer di pasang dan sesegera mungkin kita harus mengerjkan rool itu selama 35 menit. Saat itu hatiku ga terlalu tegang, saat yang bikin jantungku mau copot adalah saat pengawas bilang bahwa waktu tinggal 1 menit lagi. Sementara aku masih harus mengerjakan 2 pin lagi. Jantungku berdegup kencang dan bibirku komat kamit. "Oh, my God........Please....please....aku mohon...." YA....hanya itu dan sampai juga aku nyelesain 1 pin, waktu yang tersisa aku gunakan buat ngerapiin Rool ku yang agak berantakan. Biar ada nilai plus gitu maksudnya. Ya...lumayanlah soalnya banyak juga yang ga selesai. Alhamdulillah wiwin selesai. Setelah penilalian selesai di lakuin, berlanjutlah kita ke Session berikutnya yaitu.........cut (layer cut). Waktunya hanya 15 menit, bayangian aja bo'. Emang cut semacam ini gampang sih. Jadi hanya memotong rambut dengan panjang yang sama. Kali ini ga di ceck. Karena hasil terakhir adalah untuk pama. JAdi kalau kita tidak dengan benar memotong rambut dan panjangnya tidak sama. Maka susah juga buat pama, so mesti ati2 banget.
Untuk Session berikutnya adalah pama. Dan alhamdulillah juga Wiwin lolos. Gua harap sih gue termasuk bagus karena yang gue rasa memang begitu sih. TApi harapan tetap gue pengen dapet hasil yang baik. KArena kalau di banding foreign student yang lain, pama gue bagus gitu loh. He..he... kok gue kepedean ya?
Terakhir adalah Make Up. Gue sempat ketawa, saat ngelihat si Biyan Chen siswa cowok dari China. Bukan jelek sih tapi lucu. Setelah selesai dia make up siswa cewek, dia nambahin foundation di kedua sisi rahang. KAlau warnanya sesusai warna kulit mah ga papa, tapi warna yang dia taruh tuh warna cokelat tua. Maksudnya apa coba? Kan hal kayak gitu bikin kita ketawa, bahkan sonsengnimpun ( guru ) kita ikut ketawa. Dan khusus gue sendiri, ya kalau kata gue sih ini yang terbaik dari yang pernah gue lakuin. Ya...semoga aja nilai gue ga buruk. YA ga sih, karena gue dah ngelakuin yang terbaik. Hanya untuk ngedapetin Lisence. KArena itu bakal penting banget buat gue.
Dan selesai sudah. HAri rabu kemarin memang hari yang melelahkan karena kita ngerjain tanpa ada brick time. KIta selesai jam setengah satu siang dan lunch jam 2. Fiuh........dan sialnya, dah lapernya minta ampun yang ada makanan yang di sedian di kafetarian ga enak. Yang makan daging babi mah syik2 aja. Kita......... hah........ Karena terpaksa ya...mau ga mau kita orang muslim tetep makan, tapi pake lauk lain yang dalam bahasa Indonesia adalah "Teri" Teri yang di masak campur kentang yang di utuhin dan ga di kupas plus bumbu yang di aduk pake kecap. Bayanginnya aja nek banget. Tapi karena dah terlanjur laper, mau gimana lagi.
Esoknya (hari kamis) adalah hari yang nyante banget buat kita. Cuma nonton movie seharian di kelas. No study alias freeeeeeeeeee..................!!!!!1^_^
Dan yang paling spesial di hari itu adalah "salju turun bo'. Dari jam setengah sebelas sampe jam duaan gitu. Salju turun lebat dan di selingi dengan hujan. Hujan campur salju. Saat ngelihat salju turun, gue langsi-ung keluar kelas dan menerjang tuh salju. Gue lari2 dan sampailah gue di halaman samping cooking class. Gue teriak girang dan melompat2 kayak orang gila. Seneng banget tahu ga sih. Ini adalah untuk kedua kalinya gue ngerasain turun salju, tapi yang ini beda, karena gue ngerasain langsung yang namanya hujan2an salju. Sayang ga ambil photo waktu itu, kan jadi ga ada memorynya. Tapi ga papa. Siapa tahu seminggu sebelum gue berangkat ke iNdonesia ini, gue masih punya kesempatan buat ngerasain salju lagi. Gue harap. KArena turun salju sangatlah menarik. Suasananya kayak di film2 gitu. He...he....
Sebenarnya malem hari dah turun sih salju, cuma gue ga tahu. Gue tahu paginya, karena di sekililing halaman sekolah ada tumpukan salju. HAbis breakfast, gue nyempetin diri ngambil salju yang nangkring di kursi panjang deket taman. Gue pungut n gue genggam baw ake kamar. Sampai kamar tuh salju pelan2 mencair karen akmar gue hangat. Terus gue taruh tuh salju di cup. Gue jadi ketawa cekakan. Tahu ga kenapa? Gue jadi inget temen chating gue yang namanya "ODA". Pas chating ma gue, n kalau ngomongin soal oleh2. Dia tuh mintanya apa coba? dia minta di baain salju. Kan aneh. gue bilang ke Santi, "San, nih oleh2 buat si Oda" Dia ketawa geli karena yang ada saljunya dah jadi air. he...he....
Yach....itulah hari2 mendekati pulang yang aku jalani di sini. dan akan ada sisa memory yang belum ku ukir. Seminggu lagi. Cuma seminggu lagi.
Tapi gue cukup ngerasain saat2 bahagia akhir2 ini. YAch....saat2 special dalam hidup gue......................................... bersama orang yang gue sayangin........
Aduh.....bisa di bilang akhir-akhir ini aku agak males. Tapi sebenarnya dan tepatnya aku ga males sih. Hanya....ada sedikit kesibukan yang membuatku ga bisa nlis lagi di blog ini. Sorry ya...sebenarnya ini cuma basa-basi doank. Exactly, aku ingin menjabarkan sedikit hal tentang tour kami di DMZ hari rabu lalu. ok,
Setelah melalui dinginnya pagi yang membuat kami males melakukan aktivitas lalu mau ga mau kita harus mempersiapkan diri lebih awal dan akhirnya sampailah kita pada misi berikutnya yaitu, berangkat ke DMZ. Dan ada sedikit kegagalan bjadwal berangkat, yang seharusnya kita berangkat jam 08.00 pagi, karena ulah dari siswa yang entah lelet atau memang males yang datangnya terlambat. So, kita cuma telat 10 menit sih. He..he...
Setelah melalui perjalanan yang lumayan jauh, yach mungkin aku beruntung karena negnya perutku membuatku ingin muntah. Kebetulan kami singgah di suatu tempat untuk beristirahat selama 10 menit di Yeonchon dan itulah kesempatanku untuk memuntahkan apa yang ingin aku muntahkan. Hah........Kebiasaan buruk!!!
~Tujuan pertama adalah "The first Tunnel / Sangseung Observation POst" Tempat ini terletak di daerah korea selatan yang paling utara. The Biryong Corps berjada setiap jam. Melalui telescop, kita dapat melihat post pengamatan dan rel besi di Korea Utara dan the VAst Yeonchon Plain, a demilitary zeon. OK, sebenarnya tunnel disini adalah sebuah terowongan rahasia yang menghubungkan KOrea Utara dengan Korea Selatan yang ada di 3 tempat. Dan di isni kita ngedatengin terowongan yang pertama. Terowongan ini terletak di DMZ. JAdi ini tidak terbuka untuk umum, tahu sendiri kan, DMZ kan daerah militer dan benar2 terlarang. Dan untuk DMZ sendiri pasti masih pada ga ngerti. YUp DMZ adalah sebuah wilayah perbatasan antara KOrea UTara dan Korea Selatan. Dari post pengamatan ini kita dapat melihat perbatasan itu karena post ini terletak di atas dan kita dapat melihat leku-lekuk garis yang di buat dari jaring besi. GA seini yang aku bayangin sih, karena aku pikir perbatasan itu di buat tembok besar yang kuat dan tinggi besar. Ternyata hanya jaring besi yang di lengkapi dengan duri di sekililingnya. So, ga ada yang bis adengan mudah melaluinya. Selain itu daerah di sekililingnya di jaga ketat oleh tentara. YA, pokoknya serba ketat dech.
~Tujuan ke dua adalah sunguijeon. Sunguijeon is located inside the Ami Mountain ridges, It holds many stories. By looking at the dark blue Imjingang, the foundation was an ancestral shrine to hold the rites of three kings including Goryeo Taejo, sixteen meritorious retainers of the Goryeo era. Moreover, it is a representative tomb of KOrea originally created at the sites of Angamsa, a temple of Goryeo Taejo king Wanggeon.
Letak dari lokasi ini ada di atas bukit, so lumayan capek sih jalannya. Naik dan turun. Nah, di bawah bukit itulah kami lunch. Aduh bo'...biasa makanan khas korea. Ada bermacam2 lauk sih, tapi aku kan ga bisa makan makanan kayak gitu. KAyaknya ga perlu di ceritain dech, tahu ga sih yang k]jelas waktu itu aku cuma makan nasi dan teri yang di masak bareng cabe gitu jadi lumayan enak sih. So, so sad. KArena aku cuma makan nasi da teri.
~Tujuan berikutnya di sebut dengan "Gyeongsungwangreung". King Gyeongsung was the last king of Tongil Silla. He became a king after the death of KIng Gyeongae by the invasion of Gyeonhwon of HUbaeje in 927. During his time, the rivalry of local barons occured all over the country so, that the rulership waned and the country fell into chaos from various in vasions and pillaging by the HUbaekje. THe end result was that they became a part of Goryeo.
~Imjingak is a typical unification tourist spot developedd immediately after the South-NOrth koreas joint Communique was declared in 1971. Through various kinds of remains and reminders of old battlefield on which the sadness due to the two since then is being written, you can bear the pain of division in mind, wishing unification here this tourist spot of unification and securuty. This are receives approx, 2 million home and foregner visitors every year.
~The third Tunnel, the total tength is 1,635m and it is located in 52km from Seoul. the underground tunnel that can move 10.000 armed forced in one hour was discovered in 1978, and is the living proof of north koreas attept for forceful invasiom of south.
~Dora observation platform, this is the tip of northem demarcatin to see north korea with the naked eye. Here a part of gaesong industrial complex and the statue of kim il-seong can be seen with the magnifying glass along with the villages and farmland of north korea. We can view north korean soldiers.
~Dorasan Station, this is southern utmost station gyeongui line located in 30m form the boundary that will take the centeal role in the iron silk road linking gaeseong, Pyeongyang sinuiji to the continent.
Waktunya dinner..............seperti biasa makan di restorant faforite kita bo' bakar2 daging. Fiuh............akhirnya nyampe sanbon juga.
Sekitar jam 20.30 kita nyampe asrama. Seperti biasa, yang capek ya tidur yg ga capek ya main komputer. Lain dengan diriku, karena jam 10 nya aku belajar bahasa arab. Eee....ga jadi belajar kok, karena dia tahu aku capek. So, ceritanya karena nanggung dha terlanjur nyampe ruang belajar. KIta lanjutin aja acara ngobrol. TAdinya maunya cuma sebentar doank. Ga tahunya kita ngobrol sampe jam 24.00. He..he....
Itulah kegiatanku hari rabu kemarin. Sengaja aku tulis dengan bahasa inggris. Karena kalau aku tulis lewat bahasa indonesia, aku ga akan bisa berhenti ngoceh2. Berhubung aku capek jadi aku ga mau nulis terlalu panjang hari ini. He..he..dasar pemalas.
Ini adalah saat paling manyenangkan, di mana seorang Wiwin akhirnya punya kesempatan untuk pergi berdua dengan teman specialnya Emad. Aku memang dan benar-benar menyukainya, demikian pula dia terhadapku. Aku dekat dan akrab dengannya. Dan sekarang aku dan dia menjalin hubungan yang sangat dekat, ini cinta tapi kami tak menjadikan hubungan ini sedekat sepasang kekasih pada umumnya. Dimanapun, kapanpun, selalu bersama berpelukan, ciuman dan hal lain yang biasa di lakukan pasangan2 lain. Karena kami telah menentukan batas-batas itu, sebagai sesama muslim. YAch, tadinya aku kaku dengan semua nasehatnya tapi sekarang aku benar-benar mengerti dia.
Hari Sabtu, 11 november kemarin kami pergi ke sebuah tempat yang bernama "Orini Taekongwon". Tadinya kita bingung mau pergi ke mana? Lalu aku di kasih tahu oleh salah satu temenku untuk pergi ke taman yang pernah di kunjunginya itu. Sejam perjalanan dengan melalui 22 station. Hanya sekali ganti kereta, jadi ga terlalu capek. Betapa dia tertawa saat dia membaca plang di stasiun yang menujukkan arah ke Orini taekongwon, karena di situ tertulis "Orini Taekongwon, Children Grand Park" Akupun ikut ketawa, karena dia ga suka segala sesuatu yang kekanak-kanakkan. Tapi pada kenyataannya, tempat itu bukan anak-anak banget kok. Kalau kata ku sih, tempat itu ujntuk semua usia. KArena di situ bukan cuma anak-anak yang hadir. Dan ku akui tempat itu bagus dan ada satu sisi tempat yang romantis. Berbincang. bercanda dan photo-photo. Semua berlalu dengan indahnya tanpa ada cacat sedikitpun. Hanya dingin, dinginnya musim gugur yang membekukan tulang-tulang tubuhku dan sempat membuat jari-jari tangan kiriku kram. Tapi itu bukanlah masalah, selama ada tangan-tangan lain yang menghangatkan. Dia coba menghangatkan tanganku yang seolah hendak menjadi es, di genggamnya tanganku erat. Tak sepanjang perjalanan sih, karena aku juga bukan gadis yang terlalu manja dan sok manis. HAnya sekali-kali karena aku tak bisa menahan dingin itu, dia membantuku kadang dengan memasukkan tanganku di saku jaketnya. He...he...he....
Krucuk krucuk!!!! memalukan perutku rewel waktu itu bo'. Ya, asal tahu aja dari pagi aku belom makan. Cuma setengah potong roti dan sekotak susu dan juga air putih. No breakfast and no lunch. MAna dah malem, waktunya dinner gitu loh. Belum juga di temukan tempat makan yang sesuai. Ada Popeye, sejenis KFC gitu didale. Tapi dia ga suka. SO, any way kita mesti nunggu waktu pulang dan makan di KFC sanbon deket asrama.
Seperti yang terlihat di photo. Semua gambar yang kuambil jernih dan ga buruk kan? TApi gambar yang di ambilnya....bukan buruk sih. Bagus tapi ada gerak dan gambarku jadi ga jernih. Banyak, tapi ga semua aku masukin di slide. Aneh ya...pergi berdua saja tapi photo berdua cuma satu biji, itupun gerak juga. Ha...kan bt. Aduh, yang ngambil photo kayaknya grogi juga nih. Dia bapak-bapak yang habis photo ma keluarganya gitu, trus emad minta tolong suruh ngambilin gambar. He...he...
Yang paling aku dari photo2 itu adalah, Photo bunga yang di ambil emad dan juga photo di mana di situ ada pohon yang berdiri di tengah2 dinginnya musim. Pemandangan yang sangat indah, yach itu adlah pelengkapan keindahan keberadaan kami berdua.
Ga tahu lagi harus bagaimana mengungkapkan kebahagiaan ini. YAng jelas aku maupun dia menganggap hari itu adalah hari terindah bagi kami. Wonderfull day. Terlebih aku, bisa di bilang aku ini adalah gadis yang beruntung.
O, iya. Satu hal yang terjadi hari itu. Sebelum kejadian di mana aku pergi berdua dnegannya. Dia marah besar terhadapku. MAlam harinya aku nangis. TAdinya aku mau menanyakan soal rencana kita mau pergi, eeeeee...ga tahunya dia ga menanggapiku seperti biasa. Justru dia marah besar terhadapku, karena satu alasan yaitu sikapku selama di Seoul City Tour. Terlbih kemarahannya memuncak saat dia menemukan photo ku bersama si Aly Dan Sameh dan mereka coba bikin gaya menciumku dair samping. TApi ga cium beneran sih. Lalu aku nangis malam itu, karena ucapannya yang begitu menyakitkan. Lalu paginya, kucoba nengetahui alasan sesungguhnya dan akhirnya perbincangan serius di mulai dan akhirnya ada sedikit beranten. Aku sih, ga papa karena aku merasa bersalah dengan sikapku. Aku juga ga nyangka kalau hal semacam itu benar-benar membuatnya marah besar. Dan ucapan2nya yang begitu bijaksana benar2 membuat hatiku sakit. Sakit, bukan hanya karena kebenaran dari ucapan2nya tentang diriku juga tentang semuanya, HAl yang lebih mengena adalah, karena aku melihat bayanganku di semua ucapannya itu. Akupun tak mau dia hanya meandangku sebagai wanita yang susah di nasehati, so akhirnya ku tuangkan isi hatiku, Tentang diri ini, kebuataanku dna juga kelemahanku. Akupun tak merasa berat hati tuk mengatakan ucapan maaf dengan ketulusanku. Kebijakannya mengatakan, "Sebenarnya maaf itu tak perlu di ucapkan. YAng terpenting adalah kamu mengetahui kesalahanmu dan coba memperbaikinya. Bukan cuma di bibir, tapi menjalankan apa yang aku nasehatkan, Jadi bukan cuma bilang iya tapi kamu tak melaksanakannya. KArena bila kamu tak menjalankakn hal itu, kata maafmu hanyalah sebuah kata percuma."
Memang benar sih, dia care terhadapku. Dan satu kalimat yang sering dia ucapkan adalah "Take Care about your self" Dia ga capek mengatakan hal itu, tapi kadang akunya yang terkadang bandel. Dia bisa memahami dan mengerti, karena dia tahu banyak cowok yang suka dan cinta terhadapku dan mereka juga coba untuk mendapatkanku. Terlebih mereka tahu aku adalah cewek single, tanpa kekasih di sini. Dan tak ada yang mereka takuti untuk menggodaku. So, any way harus aku sendiri yang take care terhadap diriku sendiri juga. TApi aku merasa tak cukup dengan itu, aku membutuhkan orang lain yang menjadi bentengku. Iya ga sih? Dia tak bisa melindungiku secara langsung, karena dia sering melihatku di goda pria lain. Kalau dia bertindak, yang ada adalah berantem. So, dia tidak menyukai cara itu.
Hari ini dia bilang bravo terhadapku. KArena dua peristiwa yang membuatnya senang. AKu sendiri juga ga nyangka sih hal ini bisa bikin dia bilang bravo terhadapku. Di depan asrama, saat menunggu Kim Sonsengnim dateng membuka asrama tuk kita sholat dhuhur. Aly dan kawan2 coba menggodaku, tapi tak aku tanggapi. Dan aku teriak saat mereka coba melakukan hal bodoh. Lalu si Dorji yang coba mengusiliku, aku teriak juga dan marah. Perlahan dia pergi dan tak coba menggodaku lagi. Dia menginginkan hal itu aku lakukan bukan cuma hari itu. TApi untuk seterusnya. KArena bercanda yang berlebihan, sangatlah tidak dia suka. dan sekarang aku tahu mau dia. Aku telah mendapatkan bentengku. Karena, dia menjadikan dirinya sebagai bentengku, saat dia bilang "Karena sekarang kamu tidak sendiri" YAch, karena sekarang aku tidak sendiri, aku punya emad yang melindungiku dari jauh. Yang menjadi teman sejatiku. Aku punya teman, teman sejatiku.
Dan terahir yang ingin aku sampaikan adalah ini adalan momment terpenting dan terindah dalam hidupku. Tak kan terlupa sampai aku menemukan kehidupanku yang baru. Sampai aku menemukan kembali sosok Emad yang lain di sisi dunia yang lain juga. MEnemukakan sosok Emad yang mungkin belum tentu kan jadi milikku. Lalu saat waktu bergulir membawaku ke kehidupan yang lain lagi, di mana aku punya keluarga, suami juga anak2 lalu hidup yang termakan usia. Mungkin namanya tak kan pernah terhapus, seperti aku telah menghapus nama2 lain yang pernah tertulis di hatiku. Yang ini adalah cinta yang sesungguhnya, memberikan gambaran pada cintaku yang akan datang. Karena aku mencintainya, bukan untuk menjadi milikku. Karena kita hanya cinta yang datang dan pergi, karena kita di takdirkan untuk bertemu dan berpisah. Menyedihkan memang, tapi aku bahagia. Benar-benar bahagia.
Hari ini aku mau cerita dikit tentang kegiatanku minggu ini, yang aku kasih judul "Seoul City Tour" Sebenarnya jari-jariku masih berasa kaku buat ngetik sih, soalnya dingin banget, aku baru pulang dari E-mart. Dah gitu pake bajunya yang ga terlalu tebel.
Jadi ceritanya tuh, dua hari (tgl 8 dan 9 ) sekolahku mengadakan Seoul City Tour. Hari pertama, 8 november 2006 :
~ ±¹¸³Áß¾Ó¹Ú¹°°ü Guk lip chungang pak mul gwan( National Centre Museum ) Sebelumnya aku sudah pernah ke sana sih. Museumnya bagus dan gede banget. Di situ ada tiga lantai yang memuat kebudayaan dari beberepa negara, seperti kebudayaan China, japan, kazakstan, korea sendiri bahkan kebudayaan indonesia ada lho dan masih banyak lagi. Di tengah-tengah gedung itu, terdapat pagoda. Kebanyakan barang2 peninggalan yang di simpan disana, adalah barang peniggalan dari zaman kerajaan. Seperti perhiasan, guci, pedang dan barang-barang baja atau besi yang sudah berkarat karena termakan usia. Untuk Indonesian culture sendiri, di pajang di situ yang namanya keris, patung wayang golek, arca budha, ukiran kayu tentang cerita ramayana, perhiasannya orang keraton, batu-batuan dan masih banyak lagi. Di dekat pintu masuk di pasang televisi yang memamerkan tentang kemegahan borobudur dan candi-candi yang terdapat di Indonesia. Ada beberapa Guide yang nemenin kita waktu itu, sudah tua-tua sih tapi mereka sangat menyukai kebudayaan Indonesia. Tadinya aku berfikir, barang-barang bersejarah milik Indonesia yang ada di situ memang sudah di beli oleh korea dan selamanya akan di pamerkan di museum itu. Ternyata tidak, selama dua tahun KOrea hanya meminjamnya dari Indonesia dan tahun depan akan di ganti dengan kebudayaan dari Malaysia. Barang bersejarah milik Indonesia akan di kembalikan tahun depan.
~ ±¹°Àå Guk kang chang( Ini adalah nama restoran yang kita kunjungi untuk makan siang) Biasa, korea banget bo'......! semangkok kecil nasi putih dan beberapa mangkok yang berisi kimchi dengan berbagai jenis. Di tengahnya terdapat panci yang memuat sayuran yang masih dalam proses pemasakan. Biasa, sekedar sayuran dan jamur tanpa bumbu ytang di rebus dengan air, lalu kita mesti nungguin sampe mateng karena kita juga mesti matengin daging yang di kasihnya itu baru belakangan. Aduh, acara lunch waktu itu jujur kukatakan aku kurang selera. Jadi ya, mau ga mau aku ahrus melanjutkan perjalanan dengan perut yang masih laper. Mereka menamakannya sabu-sabu.
~ â´ö±Ã chang cok kung( Ini adalah nama salah satu kerajaan di Seoul). Masih lengkap, bagus dan terawat. Dari Istana raja itu sendiri dan rumah-rumah di sekitarnya. Waktu itu kami sampai lokasi jam 13:15. Kami , semua sonsengnim(teacher) dan bersama beberapa warga asing yang kebetulan juga hadir, harus menunggu 15 menit lagi untuk bisa memasuki lokasi tersebut. Karena berdasarkan schedule khusus untuk warga asing, dapat memasuki lokasi pada jam 13:30. Kami diiringi oleh seorang Guide yang bahasa inggrisnnya lancar banget. Tapi, ada satu peristiwa gila yang jadi pusat perhatian kita waktu itu. Ada 2 orang warga asing yang entah dari negara mana, tapi yang jelas mukanya muka orang asia sih. Mereka bikin ulah yang sangat aneh. Hal pertama yang mengundang perhatian kami adalah saat mereka berantem dengan pegawai yang ada di situ. Sepertinya dia sedang menanyakan sesuatu....dan ceritanya dia ngeyel gitu. Maka terjadilah acara saling adu mulut. Seru dech........ dari awal mereka mang udah bikin masalah sih. Masalahnya dia loncat pagar sebelum waktunya orang asing di izinin masuk gitu loh. Kan gila. dan lebih gila lagi, si cewek itu teriak-teriak dan bilang..."Fuck you!!! fuck you bicth!!!!" Maksud dari perkataan itu tuh di tujukan pada rombongan kita tahu ga sih. Sepanjang perjalanan dia ngikut mulu tapi ga bisa ngasih kesan yang baik yg ada teriak2 and say fuck you berulang2. Saking geregetannya, Kim sonsengnim akhirnya marah dan ngmelin tuh orang berdua. Yang cowok sih diem aja tapi yang cewek ngeyel dan terus mengutarakan pertanyaan2 bodoh. Dan akhirnya....plok...plok...plok........ada sambutan meriah tertuju pada guru kita Kim sonsengnim. Karena dia menang bo'. Ya iyalah, yang punya negara gitu loh. Kok ngelihat orang yg sewenang2bersikap bodoh di tempat yang bukan negara mereka. Terserah kek mau berbuat apa di negaranya, iya kan? Aduh capek dech...kok jadi ngomongin tuh orang ya? Bukannya ngomongin soal tuh tempat kaya gimana2 nya. Ya...sebenarnya....menarik sih menarik. Aku rasa sama aja dengan istana2 di seoul yang pernah aku kunjungin. Cuma beda cerita aja. so, akan lebih menarik kalau kita langsung aja ke cerita berikutnya.
~ KBS KBS adalah nama salah satu station TV dan radio terkenal di Korea. Yang pasti bgus sih tempatnya, gede but aku ga ngitung ada berapa lantai. Kita dateng langsung ke lantai 3. Ditunjukin ke kita bagaimana mereka membuat siaran langsung dengan sistem 3 dimensi, trus tahu ga yang di film Harry Potter, yang dia pake jubah hitam dan bisa ngilang. Di situ kita pake jubah warna biru yang bikin tubuh kita menghilang di layar. He...he....jadi Harry Potter palsu kita. Dan selanjutnya kita menuju di sebuah ruangan, maksudnya kita di suruh nonton kutiban acara mereka tapi pake kaca mata hitam. Seperti kaca mata mainan sih, tapi yg ini bener2 bukan kaca mata biasa. Mata kita sakit kalau tidak mangenakan kaca mata itu, di layar akan terlihat dobel. Dan saat kita mengenakan kaca mata itu gambar terlihat sangat jelas dan seolah-olah berada di depan kita. Dan benar-benar saat melihat konser kita serasa pengen banget nyentuh si penyanyi dan memetik bunga-bunga sakura yg bermekaran di musim semi. Bener2 menakjubkan. Lalu tempat di siarkannya berita, beberapa anak mempraktekkan untuk menyiarkan berita itu. Agak aneh sih soalnya kan mereka tidak bisa membaca tulisan korea dengan lancar. Apalagi teksnya di taruh dibawah kamera. Pantesan ya, penyiar berita itu terlihat jenius banget, kesannya mereka hafal semua teks, ga tahunya mereka buka2 lembaran2 teks mereka tuh cuma buat basa basi. Jadi mereka baca teks di depan mereka. Hihihihihi.... dah, cerita berlanjut ke sebuah ruangan yg sedang menyiarkan siran langsung, tapi kita cuma ngintip sih. Dah gitu ke studio rekaman dan siaran on Air yang sedang mengudara. Lalu di situ ada mesin yang bisa nyiarin acara dengan berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Dan ruangan demi ruangan telah kita lewati. Dan selesai sudah, sudah saatnya melanjutkan misi ke Restorant karena perut kami sudah pada berisik.
~ Dinner, Agak special kali ini dinner kita karena kita makan di restorant china. Enak sih, mendingan dari pada masakan Korea. Kita lebih suka masakan china. Ada ayam goreng, telur dadar, capcay, ikan, dan lain sebagainya.
~ Selanjutnya adalah ke 63 flor of building. gedungnya agak unik sih, jadi dari bawah labar dan menyempit ke atas. Kita naik ke lantai 60. Waw..........ini ceritanya kalau di Indonesia tuh di Monas. Bisa ngelihat jakarta, tapi dari sini kita bisa ngelihat pemandangan malamnya Seoul. Gila bo', kayak lagi mainan rumah-rumahan dan mobil-mobilan itu lho. gedung-gedung bertingkat, kelap-kelip lampu di sepanjang jalan. Kilauan air sungai terbesar di Korea yang di sebut sebagai Han River. Terdapat lampu yang seolah berlaku sebagai berlian yang melengkapi keindahannya. Dan juga perahu-perahu kecil yang bermain-main di tepi dan di tengah sungai itu. Melihatnya, aku seperti melihat laut yang di seberangnya adalah pulau atau negara lain. Dalam bayanganku, aku memikirkan di seberangnya adalah negara lain yang bisa aku raih hanya dengan menyeberanginya. So, aku bisa melihat dunia dari atas situ. Pengen sih!!! hehehehehee............
Untuk hari pertama berakhir sudah petualangan kita untuk menjelajahi kota Seoul. Berlanjut ke hari ke dua, yaitu:
9 November 2006:
~ The War Memory of Korea
The war memory of Korea, itu adalah nama salah satu museum di korea yang menyimpan sejarah perjuangan Korea. Di mana terjadi perang antara Korea Utara dan Korea Selatan. Seru lho, jadi kan sebenarnya Korea itu cuma satu dan presiden mereka itu bersaudara. KArena berselisih dan beda pendapat akhirnya mereka bertarung dan perang dech. Sama kuatnya sehingga menang kalah menang kalah gitu. Pertama Korea Utara yang menang, lalu wilayah Korea menyempit. Tinggal Kota Pusan doang. Kekuatan KOrea Selatan juga melemah, akhirnya mereka mendatangkan bantuan dari America. Dari situ sedikit demi sedikit wilayah Korea Selatan dapat di ambil lagi. Dan saking kuatnya pertahanan KOrea Utara mereka masih bisa merebut sebagian wilayah lagi lalu dapat direbut lagi oleh Korea Selatan. Karena mereka menjalankan strategi melalui laut, akhirnya Pyong yang dapat di kuasai lalu kota berikutnya dan berikutnya sehingga Wilayah KOrea Utara tinggal ujungnya doang. Dan, sampai sini Korea Utara masih tidak terima. Maklumlah presidennya aja sedarah yang pasti mereka punya sifat yang sama kerasa kepalanya kan? So, mereka ngedatangiin bantuan dari China. Sesama Komunis gitu loch, tahu sendiri kan sampai sekarang china masih ngedukung Korea Utara. Sempat di rebut kembali sih sebagian wilayah Korea Selatan, terus menerus seperti segerombolan anak yang bermain trik tambang itu loh. Maju mundur maju mundur. Sementara Korea Selatan makin kuat dengan dukungan dari berbagai negara2 kuat. Dan pada akhirnya Korea Selatanlah yang menang. Dan berdasarkan kesepakatan Akhirnya korea di bagi menjadi 2 wilayah, dan di setujui batas-batasnya. Yang di namakan GMZ. Udah selesai.
Museumnya gede, peninggalan bersejarah dari jaman kerajaan sampai korea menjadi negara republik. Semua alat2 peninggalan bersejarah yang telah termakan usia masih bertahan di sana. BIsa di lihat di photo kok.
~ Lunch
Lunch nya ga enak, masa makan ayam doank. Ada sih nasinya tapi nasinya di taruh di perut ayamnya. Dan ayamnya itu di rebus doank itu lho dan dihidangkan dengan kuah yang menggenangi keberadaannya. Aduh, mana ayamnya kecil, nasinya ga enak. Temen-temen aku ngemeng-ngemeng karena ga ngerasa kenyang di saat mereka ngerasa lapar banget. KAta mereka," wah ini mah bukan makan namanya, tapi ngemil" Di situ kita bertemu pegawai dari Seoul yang ada hubungannya dengan program belajar kita. kita di kasih souvenir dan ada sedikit pidato yang ga kita ngerti bahasanya. Ya, di terjemahin sih ma Kim sonsengnim pake bahasi inggris. KAtanya mereka seneng banget bisa bertemu kita di sana. Mereka bilang kalau program tahun ini masih berjalan lancar dan memberikan prestasi yang bagus, program ini akan terus berlanjut selamanya. Tapi kalau tidak program ini akan di hentikan, jadi kita di tuntut untuk menjadi lebih baik gitu. Ya...it's ok.
~ Habis Lunch ke......mana ya? Ga jelas. Ga tahu namanya, di situ sebenarnya kita cuma refresing sih. Kita jalan-jalan di sepanjang sungai yang terdapat di tengah-tengah kota. Letaknya di bawah, dan di atasnya adalah jalan raya. Bagus sih. Danga banyakj yang bisa di ceritain tentang tempat ini bisa di lihat langsung di photo.
~ Tearakhir adalah sungai Han river. Banyak sih tempat kaya gini, pokoknya di sepanjang sungai Han jadi obyek wisata. Tapi kita makan dulu lho kemarin di KFC. Karena kita merengek-rengek karena masih laper. akhirnya Sonsengnih ambil tindakan dengan membelikan kita makan di KFC. Cihuy................... dan setelah itu, kita naik perahu bo'. Asyik.....seneng banget. Mengarungi Sungai Han yang begitu luas dan lebar. He...he... seperti choki choki. Mangnya makanan. Photo-photo itu pasti, dan lebih senengnya aku bisa ngobrol ma temen special aku. Di situ, di mana kita bisa menghirup udara segar lalu melihat pemandangan kota dan melihat air yang dengan tenangnya menikmati hari dan berkilau karena sinar mentari menyerangnya. JUga membiarkan angin menyentuh wajah dan tubuh kita. Tempatnya lumayan romantis sih. Bisa di lihat juga di photo. Ada kok photo aku ma dia. Tahu ga sih, dia pake acara pake kaca mata gitu jadi sempet kaget aku ngelihat wajahnya. Karena ngingetin aku ma aktor Bolliwood faforite ku "Hritik Roshan" mirip banget. Lihat aja. NGobrol, photo2 cuma itu tapi hal itu ngasih kesan yang snagat menarik bagi kami. Sumpeh.
Sepertinya aku sudah ngerasa capek. So, aku mesti ngakhirin cerita. KArena tujuan selanjutnya adalah Dinner di restorant yang biasa kita datengin. Bakar-bakar daging dan lain sebagainya. Ini adalah restorant faforte kita. karena daging apa saja tersedia. Dan tinggal bakar dan makan. Pokoknya komplit dech.
Kenyang dan pulang. Chating sebentar dan tidur. Selesai dech. Samapi jumpa di Tour minggu depan di GMZ.
Aaaaaaaaaaaaaaaaa................................................. Semalam aku teriak histeris. Bukan karena melihat hantu, ada cowok mata keranjang yang ngintipin aku mandi atau ada kebakaran di Asramaku.
Baiklah dari pada kalian penasaran lebih baik langsung aku kasih tahu aja dech. "SEMALAM SALJU TURUN BO'......." Suara teriakanku yang mengisi keheningan malam, mengundang siswa dari kamar-kamar lain ikut keluar dan menyaksikan salju yang hanya sekitar 10 menit menghiasi malam. Dari kamar sebelah atau kamar cowok di lantai atas, juga terdengar teriakan yang seolah menyambut kedatangan salju.
Jadi ceritanya begini, detik-detik jarum jam membawa hari semakin larut. Udah jam 21.00 malam maksudnya. Aku ada sedikit basa basi baca-baca buku, ah bukan!! aku belajar bahasa arab karena jam 22.00 aku mau belajar bareng Emad. Akhirnya semuanya cuma jadi basa basi doang sih, soalnya temen sekamarku si Phung Thao lagi gila malam itu. MAsa aku di perkosa, aku lari ke kamar lain tetep aja di kejar. Aduh, parah dech!! aku kan paling benci di gelitikin tapi tetep aja di lakuin karena dia gemes. Udah dech ga usah ngomongin dia, capek. Saat suasana kembali tenang, aku baca lagi tuh buku dan tak lama kemudian datanglah si santi ke kamarku. Dalam hati kecilku," wah kayaknya ga bakalan bisa belajar lagi nih. Ga papa sih, toh aku dah ga ada mood lagi." Maka berlanjutlah kegiatan seperti biasa, yaitu ngegosip. BIasa kalau dah ngegosip, pasti ga ada ujung ceritanya, sampai pada akhirnya tema obrolan yang berlangsung tentang salju. Bicara soal dingin, rasanya pengen banget salju tuh cepet turun. Karena kemarin itu dinginnya beda ma dingin kemarin-kemarinnya. Udah dingin, hujan lagi!!! "wah kayaknya mau turun salju neech!!!" Kataku sok tahu. "ah ga mungkin ah, kan masih musim gugur!!" Kata sohibku. "Lho siapa tahu? sekarang kan lagi hujan karena suhunya yang terlalu dingin rintik hujan yang turun bisa beku. Dan jadilah dia es, atau yang biasa di sebut salju". Kataku yang lagi-lagi sok tahu. Beberapa saat kemudian datanglah sosok Bhutaness, Tsering ke kamarku. Aku sih dah denger dari tadi dia teriak2 manggi-manggil namaku, "Wiwin...wiwin.............!!!" Dia membuaka pintu dan, "Wiwin. you don't know?" Tanyanya dengan penuh semangat. "You don't know outside have snow!!" Katanya. "really????" Kataku. "yes, snow coming down now!!!" Mendengar berita bagus itu, langsung aja aku serang jendela kamarku. Sreeeeeeeekkkkkkk.............. dan................
"Aaaaaaaa.......................salju turun!!!!!!!!!! akhirnya aku ngelihat salju" Ya ampun, bukannya aku norak ya! Tapi kan seneng gitu, hari gini gitu loh di saat musim gugur baru di mulai datang salju yang tak disangka kedatangannya. PAda bilang sih ini aneh, karena salju datang lebih awal.
Entah harus dengan kalimat apa aku ungkapkan perasaan bahagiaku!!! Semalam aku benar-benar seneng banget. Sampai aku tak peduli dengan dingin yang menusuk-nusuk tulang tuibuhku. Saat melihat salju itu turun serasa tak ada dingin yang menghalang. Padahal udara dengan bebasnya menerobos benteng pertahananku. Aku terus ngoceh sampai tenggorokkanku sakit. Ga lama sih, paling sekitar 10 menitan.
Aduh.............gimana ya...............perasaan ini pengen banget ngungkapin rasa bahagia ini lewat tulisan yangn special , tapi kenapa justru tak ada kata indah yang belum tersusun di benakku. Karena rasa bahagia itu masih tersisa sampai sekarang. Mengingat betapa sakitnya hatiku saat, aku menginginkan untuk pergi ke korea. (yach...itu akibat dari kebanyakan nonton drama korea sich!) Dan saat impian itu terwujud aku punya impian lain, aku ingin melihat salju dengan mataku kepalaku sendiri, ingin bercengkerama dnegan dingin yang sebelumnya hanya aku lihat di televisi, majalah atau media yang lain. dan saat impian itu terwujud hal pertama yang ingin aku lakukan adalah "teriak". Teriak sekencang-kencangnya. Lalu saat semua telah kulalui, ada satu hal tambahan yang aku lakukan, aku berteriak dalam hati memanggil nama seseorang yang aku sayang. KArena aku tahu malam itu bener-bener indah, saat salju berhenti muncullah rembulan yang menampakkan senyum yang redup dan romantis.
Setelah puas dengan berteriak-teriak akhirnyua si santi datang lagi ke kamarku. Di susul juga si ria. "Wah....seneng nih!! Akhirnya ngelihat salju juga" KAta santi dengan gaya khasnya yang ketawa setelah ngomong. "Ya iyalah!!! Dia itu mengerti banget kalau wiwin tuh pengen banget ngelihat salju sebelum pulang ke INdonesia, Jadi ceritanya Dia, ngabulin keinginan seorang wanita yang dengan tulus menginginkan salju itu turun. He...he..."Kataku penuh peraya diri.
Seperti itu lah....sebenarnya masih banyak kata yang ingin aku tulis, tapi firasatku mengatakan kalimat-kalimat yang keluar dari mulutku ga bakalan ada akhirnya. Jadi aku hentikan misi ngungkapin rasa senengku sampai disini.
But, tak lupa juga sih aku ucapin terima kasih banget pada Tuhan karena memberikan kesempatan padaku untuk menyaksikan salju yang begitu indah.
Dan keinginan lain, yang pasti aku kmasih ingin menyaksikannya seblum aku kembali ke INdonesia. Karena sebulan lagi harus ku jalani hari-hariku dengan cuaca panas dan dinginnya Indonesia.
Malam itu adalah malam yang sangat menyedihkan bagiku. Aku bahagia tapi juga sedih. AKu bahagia karena hari raya idhul fitri akhirnya datang juga, setelah sebulan melalui hari-hari dengan berpuasa. Malam itu aku menangis. Malam di mana setiap tahunnya aku selalu mendengarkan gema takbir yang bersahut-sahutan di udara. Tapi tahun ini aku harus mengumandangkan takbir itu sendiri, dengan mulut yang setahun lalu mungkin pernah di kotori oleh kata-kata yang tak seharusnya. Di tengah ruang hampa itu aku duduk termenung dalam do'aku. Mengingat betapa banyak dosa yang telah ku perbuat. Betapa masih belum kurasakan kesucian kembali hatiku. Kurasakan bulan Ramadhan berlalu begitu cepat. Sepertinya dosaku masih tersisa, serasa ingin menambah hari untuk melanjutkan bulan itu.
Aku harap, aku harap itu benar, bahwa di bulan puasa yang sebulan itu dosa seluruh umat muslim terhapus. Semoga itu benar. aku tetap pada keheningan malam dengan mencurahkan air mataku yang tidak juga berhenti mengalirkan air mata. Mata ini serasa tak sanggup lagi terbuka, dan mulut ini sepertinya sudah tak mampu lagi mengeluarkan suara yang bening. Terlalu parau oleh penyesalan yang tiada tara.
Aku menangis bukan hanya untuk itu, tapi rindu. Rinduku pada orang-orang yang menjadi bagian dari hidupku. Orang-orang yang dalam suka dan duka telah mengikutsertakanku dalam penyelamannya menjalani hidup. Yach.....aku merindukan mereka, keluargaku. Setiap tahun kami mengumandangkan takbir bersama. Silaturahmi dengan saudara dan sahabat bersama-sama, juga menjalankan ibadah sholat Eid bersama. Bukankah itu snagat menyedihkan. Mungkin tidak. Karena masih banyak yang merasakan kesedihan yang lebih dalam dari kesdihanku di bulan ini. Aku masih bisa merayakan idhul fitri di sini, di negara non islam meski jauh dari sanak keluarga. Aku harus bersyukur untuk itu. aku harus belajar dari ini semua, ini membuatku lebih tegar dan mandiri. Mendengar berita keluargaku yang alhamdulillah selau sehat, seharusnya aku bersyukur karena Tuhan mendengar do'aku.
Dan hati ini, kembali pada kedamaiannya. aku bahagia. Hanya itu yang ingin kuucapkan. Terima kasih pada Tuhan karena Dia masih memberiku kesempatan untuk memperingatinya, terlebih di tahun ini. Tahun yang spesial. semoga hatiku kembali suci...........*
Pria itu duduk tepat duduk tepat di depan Gladis. Tak lama kemudian datang pelayan dan membawakan minuman yg telah di pesan.
"Bagaimana kabarmu?"
"Saya, kabar saya baik. Saya harap anda juga sama."
"Yach, begitulah. Oya, sudah beberapa hari ini kamu tidak ke rumah?"
"Saya sibuk engan kuliah saya dan saya ucapkan banyak terima kasih untuk mengizinkan saya datang ke perpustakaan om, ini sangat berguna bagi saya. Dan saya, telah menyelesaikan novel saya"
"Benarkah? bagus kalau begitu, apa aku boleh membacanya?"
"Anda akan membacanya, tapi tidak sekarang. Saya akan malu kalau anda membacanya sewaktu ada saya di sini, karena saya menceritakan kisah kehidupan saya di sana. Pak Surya, apakah anda pernah menuliskan kehidupan anda dalam karya anda?"
"Aku lebih suka menceritakan kehidupan lain di sekitarku. Karena saat ingin menuliskan tentang kehidupanku, aku akan teringat akan masa laluku yg tak ingin aku ungkap?"
"Kenapa? Anda ingin melupakan masa lalu itu? Dan membiarkannya sekedar rahasia hati dan selamanya tak seorangpun tahu?" TAnyanya penuh semangat. pria itu hanya diam dan menatap heran pada Gladis. "Ah, maaf!!" Ucap Gladis. Lalu muncullah ekspresi kegugupan di muka gadis itu, dia minum dan coba menenangkan diri. Dengan berhati2 dia mengambil sebuah kalung berliontinkan berlian dari dalam tasnya. Dan menyodorkannya pada pria itu.
"Masih ingatkah anda pada kalung itu? Harusnya anda ingat pada kalung yang pernah anda beli. Anda pernah memberikannya pada seseorang sebagai hadiah ulang tahun dan pada saat kalian akan berpisah seseorang itu ingin mengembalikannya pada anda dan anda menolak. Apa anda masih ingat?" Jelasnya tanpa ada keraguan. Pria itu hanya diam dan membiarkan jantungnya bermain2 karena dia telah merasa terkejut dengan ucapan itu dan mulai berfikir siapakah gadis di depannya itu. Di amatinya kalung yang di kenalnya itu, lalu sedetik kemudian muncullah sebuah ingatan di benaknya.....
"Terima kasih untuk semuanya. Kamu telah memberikan kebahagiaan padaku, meski kebahagiaan itu harus berakhir di sini!"
"aku mohon jangan pergi! Aku akan bicara pada ayahku dan...."
"Kalau aku tidak pergi, bagaimana aku kan memberikan kebahagiaan padamu? aku tidak apa2, aku akan sangat bahagia dengan kebahagiaanmu!" Tak lama kemudian di sodorkannya sebuah kalung pemberiannya.
"Kalau aku membawanya, aku akan sedih karena aku tidak bisa melupakanmu. Jadi terimalah kembali kalung ini dan biarkan aku pergi dengan kekosongan, tanpa ada sedikit kenangan darimu ikut bersamaku" Lelaki itu masih menangis dan tak berfikir untuk menerima kembali kalung itu. Dia tertunduk dalam kesedihan karena tak kuasa membiarkan wanita kesayangannya itu pergi.
"Baiklah, aku mengerti. Kamu pasti takkan mau menerimanya kembali. Hanya satu perlu kamu ingat bila suatu hari kamu mendapatkan kembali kalung ini di depanmu karena seseorang telah menunjukkannya padamu.... itu berarti dia adalah anakmu!" Wanita itu terdiam menahan tangis, di genggamnya sesaat tangan suaminya lalu pergi tanpa berkata apa2 lagi.
Tanpa disadarinya, kilau air mata telah memancar di ujung pelupuk matanya. "Itu berarti......itu berarti....kau adalah....." MAsih tak percaya dengan kenyataan yang di dapatkannya. Seperti mimpi, tapi ini adalah kenyataan. Pria itu hendak menyentuh wajah Gladis yang masih terpaku sedih di depannya, tapi di tahan dan di turunkannya kembali tangannya. Dia hanya mengharapkan sesuatu di depannya itu hanyalah mimpi sehingga dia tak bisa menyentuh wajah itu apalagi menggenggam tangan dan memeluknya.Tapi di sisi lain ruang hatinya, dia merindukan masa lalunya terlebih dia merasa pernah menjalin mahligai kehidupan yang menumbuhkan sang buah hati. Yaitu seorang gadis kecil yang bernama Gladis.
"Anda masih tak percaya dengan kenyataan ini kan? Apalagi saya, yang selama ini tak pernah tahu siapa ayah saya, yang selama ini hidup bersama orang yang kusebut ibu sementara dia bukanlah ibuku dan dia menghidupiku dengan rahasia & kebohongan. Yang selama ini tak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua, yang selama ini tak pernah mendapatkan kebahagiaan, lalu pada akhirnya aku menemukan ayahku yang ternyata dia adalah ayah dari sahabat baikku. Harus bahagia seperti apa yang saya rasakan dalam keadaan seperti ini? Harus tertawa ataukah menangis? Karena ayah saya sekarang ada di depan saya??!" Mata gadis itu mulai memerah dan detik demi detik yang berlalu melelehkan air matanya. Pria itu coba menahan kesedihan karena dosanya, di genggamnya erat tangan dingin itu. Sesaat hati anak itu merasa damai karena yang sedang menggenggam tangannya itu adalah ayah kandungnya. Namun sesaat kemudian wajah Aldy tersirat di wajah ayahnya. Dan tersentaklah dia, pria itu terkejut karena tiba-tiba Gladis melepaskan genggamannya.
Ttrrrrttt.......
Pesan dari Aldy terkirim ke HP Gladis. "Kemana aja sih? Oya sejam lagi gue sampai dirumah lu, ada yang ingin gue bicarain ma lu. dan gue juga perlu ngambil KTP gue. ok? see you...!!"
Dibalasnya pesan itu,"KTP lu ada di kamar gue, di kotak dekat lampu belajar. Gue ada perlu di luar. Sorry, kita ngobrol lain waktu aja, ok?" Pria itu mencibirkan mulutnya dan melajukan mobilnya ke arah rumah Gladis tanpa menelfon balik karena dia tahu dalam situasi gladis sedang ada perlu dia tidak mau diganggu dengan acara menelfon saat itu.
Sementara di tempat Gladis masih berada......"Aku benar-benar seorang suami juga ayah yang tidak berguna. Iya kan? Tidakkah ibumu cerita padamu bahwa hubungan kami terjalin tanpa restu dari kedua orang tua kami. Dan kami menjadi suami istri yang hidup jauh dari kehidupan yang pernah kita kenal sebelumnya dan tak seorangpun tahu. Itulah kesalahan besar kami, karena aku tak ingin menikah dengan wanita pilihan ayahku yaitu isteriku sekarang. Tapi untuk memenuhi keinginan ayahku tuk terakhir kali sebelum beliau meninggal jadi aku......"
"Jadi anda memilih pisah dengan ibu dan menikahi gadis pilihan ayah anda itu? Lalu dengan kesabaran tingkat tinggi ibuku menerima keputusan itu walau harus membiarkan aku yang baru setahun lahir, hidup tanpa seorang ayah? lalu bagaiman kelanjutannya?"
"Lalu setengah tahun kemudian aku dengar ibumu meninggal, aku sempat tidak percaya tapi........ tak seorangpun memberitahuku dimana anakku dan dimana ibumu dirawat atau pada akhirnya di makamkan?"
"Dan anda tak ada keinginan untuk mencari anak itu, sementara anak yang terlahir itu sangat mengharapkan dan menanti kehadiran anda. Sampai hatinya benar-benar sakit dan merana..."
"Gladis.............!!!" Pria itu kembali menggenggam tangan gadis yang menunduk sedih dan menangis itu.
"Sekarang kisah hidupku benar-benar seperti difilm. Benar kan?"
***Sementara itu di rumah Gladis. "Mang Dodo, Gladis belum pulang ya?" Tanyanya saat menemukan Dodo di depan rumah.
"Belum tuh" Pria yang bernama Dodo itu mengantar Aldy ke kamar Gladis setelah menjelaskan maksud kedatangannya.
Di ambilnya KTPnya yang ternyata ada di luar kotak dan berjajar dengan kartu nama ayahnya. Sedikit terheran tapi dia mulai tertarik dengan buku diary Gladis yang masih dalam keadaan terbuka. Tadinya dia tak mau tahu urusan pribadi Gladis tapi dia tertarik dengan apa yang di tuliskannya di buku itu.
"Mang Dodo, bisa ditinggal dulu ga, 10 menit saja!" Katanya setelah manghampiri Dodo yang berdiri di dekat pintu kamar. "Baiklah" Katanya.
"Akhirnya aku menyelesaikan cerpenku. Dalam waktu yang singkat aku telah menemukan akhir dari cerita itu. Seorang anak yang merana dan kesepian, penantiannya telah berakhir karena ia telah menemukan kembali ayahnya. Tapi kebahagiaan yang seharusnya didapatkannya malah menjadi kesedihan yang lebih dalam dari kesedihannya yang lalu. Karena...... lelaki yang ingin di sebutnya ayah itu adalah ayah dari sahabatnya sendiri. Dan gadis itu...harus mengakhiri kisah hidupnya di sini. Bukan untuk mati tapi untuk pergi meninggalkan kisah pedihnya. Dan selesai sudah"
Keheranannya memuncak. Karena seingatnya, dia ingin menceritakan kisah nya dalam novel. Dan novel itu telah selesai dengan akhir ceritanya. Itu berarti..........Maka, dengan kelancangannya...dia memberanikan diri menyalakan komputer yang ternyata belun di turn off oleh Gladis. Dan di dapatkannya data-data itu. Halaman1, 2, 3 sampai selesai dibacanya, dan yang jelas ada rasa ketidak percayaan di benaknya. Lemas, karena perasaan yang tidak menentu memenuhi benaknya. Lebih terkejut lagi saat ekor matanya tertuju kesebuah sisi meja, sebuah photo. Sama dengan keadaan yang dirasakan Gladis waktu itu, terkejut hingga membuat jantungnya hendak putus saat itu pula. Dia taruh photo itu dan berlari meninggalkan kamar.
Langkah seribunya berlanjut ke sebuah koridor, setelah setengah jam kemudian dia sampai di kantor ayahnya. Tanpa mengetuk pintu, di bukanya dan didekati ayahnya yang duduk melamun. maka kedatangan Aldy yang secara tiba-tiba mengejutkan dan membangunkannya dari lamunan. Anak itu masih terdiam.
"Ada apa? Kenapa? Apa maksud dari tatapan serius itu? Jelaskan pada ayah!!!!" Katanya.
"Ayah!!" Katanya yang masih dalam keadaan mengatur nafasnya yang tersengal.
"Katakan bahwa ini tidak benar!!" Matanya mulai memerah dan pria itu hanya terdiam menatap tajam ke arah anaknya. "Apa maksudmu!!!"
Dengan kalimat-kalimat yang panjang Aldy menjelaskan dan menanyakan sesuatu pada ayahnya, tentang kebenaran. Ayahnya hanya menghela nafas terdiam dan jatuh terduduk di kursinya. Dia sempat berfikir untuk menyembunyikan rahasia itu dari Aldy tapi Aldy telah lebih dulu tahu. Jadi saat itu pula di jelaskannya tentang kebenaran yang memperkuat kenyataan yang di ketahui oleh Aldy.
Mata Aldy memerah, hendak menangis tapi dia lelaki yang tidak ingin memperlihatkan kecengengannya. Tapi tetap saja kilau air mata bermain-main di pulupuk matanya. Ototnya menegang, kaku dan tangannya tergenggam kaku. Dia berdiri di dekat jendela tertunduk menyembunyikan rasa yang tidak menentu. Tak tahu harus bersikap seperti apa. Setelah menumpahkan emosinya dengan memukulkan genggamannya ke dinding dia pergi begitu saja, tanpa mendengarkan penjelasan ayahnya lagi.
"Aldy!!!!!!!!" Teriak ayahnya.
***Berkali-kali di ambil dan di taruhnya HP atau gagang telfon. Entah itu Aldy ataupun Gladis. Keduanya sama-sama merasakan keraguan. Gladispun menahan rasa ingin bertemu karena dia tak bisa melihat Aldy setelah melihat kenyataan yang ada, begitupun Aldy. Seminggu kemudian.....
"Hey Aldy... masih sibuk dengan aktivitasmu? Aku menunggu telfon darimu tapi kau tak juga membuat HP atau telfonku bunyi. Aku sendiri...... ga tahu kenapa aku jadi ragu menghubungimu. Sepertinya aku takut dengan sesuatu. Jadi aku lebih memilih dalam kediamanku. Aku telah menyelesaikan novelku, dan aku harus menunggu novelku di terbitkan. Jadi aku harus sedikit bersabar. Aldy....terima kasih untuk semuanya. Terima kasih telah menjadi sahabat baik yang selalu mendengar keluhanku. Satu kenyataan yang belum kamu ketahui, akan kamu ketahui dan jangan ada kebencian pada siapapun setelah itu. Aku terlalu sedih dengan kisah hidupku disini. Aku lelah. Jadi aku memilih untuk pergi. Maaf, aku tak bisa bicara banyak lagi. Dan maaf karena tak memintamu untuk menemuiku tuk terakhir kalinya. Karena ini akan lebih baik. Ah, aku tahu pasti kamu bingung. Selamat tinggal. Sekali lagi terima kasih telah membuat hari-hariku menyenangkan"
Betapa terkejutnya ia, saat membaca email itu. Sepertinya dia harus buru-buru menemuinya, "dia tidak boleh pergi" pikirnya. Seperti orang yang kesetanan di luncurkannya mobil dengan kecepatan tinggi.
***Ibunya angkatnya coba menahan kepergian Gladis tapi,....... " aku mohon tetaplah di sini, aku akan........."
"Sudahlah. Kenapa sama sekali kamu tak mau mengerti aku? Kalau aku disini terus, aku tidak akan bahagia. Sementara aku mengharapkan kebahagiaan dan kebahagiaan itu akan kudapatkan di tempat lain. Percayalah. Aku akan baik-baik saja, jadi biarkan aku pergi"
"Gladis!!"Mohon ibu angkatnya yang merasa menyesal tiada tara. Menangis, tangis yang membuat Gladis tak merasa kasihan padanya.
"Terima kasih untuk semuanya, terima kasih telah menganggapku anak. Aku adalah orang asing bagimu, kembalilah pada keluargamu. Selamat tinggal!!!" Tanpa berkata apa-apa lagi berlalulah gadis itu meninggalkan tempat tinggalnya juga kenangan-kenangan yang tidak ingin di kenangnya.
Beberapa saat kemudian........
Aldy datang dan di hampirinya wanita yang tak lain adalah ibu angkat Gladis yang hendak masuk ke dalam rumah. Sebersit kesedihan masih terpancar di muka wanita itu.
"Tante.........!!!" Sapa Aldy dan wanita itu setelah menoleh sejenak dia palingkan kembali wajahnya dan melanjutkan langkahnya ke dalam rumah.
"Tante......... Gladis.......Di mana dia? bolehkan saya bertemu dengannya? Saya......" KAtanya sambil mengejar wanita itu. Dia menghetikan langkah membuat Aldy berhenti bicara pula.
"Percuma! Dia sudah pergi 15 menit yang lalu!!!! "
Pria jangkung itu melajukan mobilnya kencang. Dia menuju ke Bandara......" Pesawatnya akan terbang 2 jam lagi. Masih ada waktu, temui dia tapi jangan berharap dia kan menarik keputusannya untuk pergi ke sana, ke Malaysia!!" Kenangnya.
Sementara itu........ di sebuah tempat dia, Gladis melakukan sesuatu. Di puncak bukit tempat bertapanya bersama Aldy. Di tanamnya sebuah pohon beringin kecil. Karena sebelumnya pernah ada rencana untuk menanam pohon itu bersama. Karena mereka butuh tempat berteduh dari hujan dan panas yang lebih besar dari pohon yang ada di situ. YAch........dan keinginan itu di wujudkannya tanpa menunggu Aldy.
Karena menanam dengan energi ekstra maka keringat bercucuran membasahi keningnya. Dan di usapnya keringat itu pelan dan menghela nafassssss.......
"Akhirnya....... rencana kita terwujud. Dasar bodoh!!! Kenapa tidak datang? Kenapa kamu tidak datang?" Katanya kepada Aldy yang saat itu menuju bandara.
"Datanglah ke pemakaman ibu. Ibu punya rumah di Malaysia, ibu di makamkan di dekat sana. Seseorang akan menanti kedatanganmu. Seorang wanita dan anak laki-lakinya yang begitu imut, mungkin saat kamu datang anak itu sudah tumbuh menjadi sosok dewasa yang bisa menjadi teman baikmu....................."kenangnya akan isi surat dari ibunya dengan tulisan yang sedikit berantakan karena surat itu di tulisnya saat sakitnya parah dan menjelang kematiannya dia berusaha menuliskannya. Di lihatnya kembali kertas kucel itu, dan langkahnya berlanjut ke pohon yang baru di tanamnya.
"Pohon ini akan bertambah besar dan menjadi pohon teduh seperti yang kamu inginkan. Tapi suatu hari kamulah yang akan menaruh bangku panjang disini. Tempat untuk kita ngobrol atau tiduran seperti yang kamu inginkan. Seiring bergantinya musim hal itu pasti terjadi. Tapi tidak!!! Tempat ini akan menjadi wilayah kekuasaanmu, kamu akan dan telah mendapatkan yang aku miliki sebelum kamu memilikinya. Termasuk kehidupan ini..... Aku tidak ingin bilang kamu menang karena kita bukanlah pesaing untuk mendapatkan medali kebahagiaan. Ini hanyalah sebuah permainan kehidupan yang tak pernah kita tahu aturannya. Dan juga akhir dari permainan itu harus seperti apa. KIta tak pernah tahu. Nikmatilah tempat barumu juga hari-harimu bersama tempat indah ini. Kenangan kita bersama tetap terukir selamanya, karena kita adalah sahabat yang paling baik di dunia. Tak kan ada yang menyainginya. Iya kan? Selamat tinggal.......suatu kebahagiaan Tuhan memberikan kesempatan padaku untuk mengenal dan dekat denganmu. Aku kan merindukanmu.........." Surat yang baru di tulisnya itu di taruh dalam botol dan di pendamnya di dekat pohon. Ujung botol itu sedikit kelihatan sehingga Aldy akan melihatnya saat dia datang.
Setelah menghapus air mata yang tanpa disadari sedari tadi membasahi pipinya. Tersenyum lalu melangkahkan kakinya ke arah lain yaitu perjalanan ke Bandara.
Sampai disini, sepertinya kisah ini seperti dalam serial drama yang sedih. Di Bandara Aldy seperti orang gila berlari ke sana kemari, seperti mencari kupu-kupu yang sempat hinggap di tangannya tapi kini terlepas. "Gladis di mana kamu??" Saat hatinya telah tenggelam dalam ke putus asaan, ekor matanya menangkap keberadaan Gladis yang baru memasuki ruang lobi.
"Gladissssss!!!!!" Gladis menoleh dan saat sosok Aldy berlari ke arahnya hatinya berdebar kencang. Dan dia tersenyum saat sosoknya telah berada tepat di depannya.
"Bodoh, mau kemana lu?" Katanya dengan mata yang memerah karena keresahannya.
"Aduh Di, kayaknya gue mesti ada perubahan hidup dech. gue dah bosen hidup disini. Lu benar gue mesti harus ada sedikit ketenangan jiwa, tapi tenang saja gue dah nyelesain novel gue kok. Gue ga akan sterss dan telat banggun pagi lagi" Katanya dengan suara agak parau jutga nafas yang mulai sesak.
"Gladis, kenapa harus begini? kenapa?" Kata Aldy sambil memegang kedua lengan gadis itu. Gadis itu hanya terdiam, dia berfikir pasti Aldy sudah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. "Harusnya ceritanya tidak seperti itu, harusnya........"
"Sudahlah Di, waktu telah menentukan akhir dari kisah hidup gue. Ah, bukan ini bukan akhir dari kisah hidup gue, karena hidup gue masih panjang. Setidaknya gue sudah punya tujuan dan impian. Di, gue akan nemuin kebahagiaan itu. Jangan khawatir, gue..............." dan di peluknya gadis itu.
*** Angin berhembus dengan tenangnya, diterpanya rambut gondrong Aldy yang tergerai, Dia duduk di atas mobilnya, Dia tak melepaskan pendangannya ke arah langit yang cerah dan biru. Di satu sisi langit yang tak berujung itu, di lihatnya pesawat yang di tumpangi Gladis dengan gagahnya terbang menyapa awan yang bersahaja di atas sana. Ada rasa iri memenuhi benaknya, dia benci dengan suara menggema dari kesombongan pesawat yang mampu membawa Gladis jauh darinya itu. Kalaupun saat itu dia punya sayap ajaib yang bisa membawanya ke arah pesawat itu dia ingin menarik Gladis keluar dari pesawat itu dan membawanya terbang ke tempat lain. Tapi hal itu bodoh di pikirnya, dia ingin memberikan sayap pada gadis itu. Telah banyak duka yang dilaluinya di tambah lagi kedukaan itu kini terambil dari sebagian kisah kehidupan Aldy. Jadi biarlah kisah itu cepat berlalu dan Aldy yang begitu menyayangi Gladis terpaksa harus merelakan kepergiannya. Yach......apapun yang dikatakan aldy dalam surat yang di berikan Aldy pada Gladis saat itu adalah tentang perasaan Aldy yang kini berubah menjadi cinta. Saat cinta itu mulai tumbuh, sebuah golok besar menebasnya. Dan berakhir sudah.
*** Di hembuskan nafasnya di depan rumah yang akan menampung kehidupan barunya. "Mama.......Gladis datang!!!!" Waktu berjalan membuat kelanjutan kisahnya berjalan pula. Dari di bukanya pintu, lalu bertemu dengan wanita setengah baya yang di ceritakan ibunya, bercerita dan ngobrol. Betapa bahagianya wanita itu saat tahu yang datang itu adalah teman dari mantan majikannya. Dan cerita berlanjut ke sebuah makam..........
Betapa dalamnya dukanya, saat melihat makam yang menyimpan jasad seorang ibu yang tak pernah di lihatnya itu. Di taburkannya bunga segar yang baru di petiknya dari taman. Setelah itu di pejamkannya mata dan hatinya telah ramai dengan kata yang berisi doa kepada Yang Maha Kuasa dan juga kalimat-kalimat yang di tujukan pada ibunya. Hanya terdiam dan bicara dalam hati karena dia harus menuruti keinginan ibunya untuk tidak menangis saat berkunjung ke rumah abadi ibunya. Yach....dan bagaimanapun dia tak bisa menarik air mata yang tak mampu terbendung, Hanya membiarkannya keluar. Mengusir kenangan lama yang pedih.
Dengan nafas kembali normal, di langkahkannya kaki ke arah rumah yang tak jauh dari makam itu. Langkahnya terhenti saat melihat sosok di balik motor tua, jongkok karena di sibukkan dengan motor yang mesinnya sudah mulai capek berjalan alias tua. Sosok pria yang akan menjadi teman baru dalam satu atap dengannya. Dia tersenyum dan menghampiri pria itu berada. Pria itu menghentikan kesibukkan tangannya yang sudah mulai di kotori oleh oli-oli hitam. Saat melihat ada seorang wanita berdiri tepat di depannya, diapun berdiri dan.................
Kehidupan itu akan terus berjalan. Suka duka yang baru akan di mulai dari sini. Di kehidupan yang baru. Dan berharap akhir dari kehidupannya adalah "kebahagiaan".